Kamis, 27 September 2012
POMPA AIR HEMAT ENERGI
Pompa air tenaga gravitasi
waktu ku lagi nyari nyari ide eh ada kawan ngobrol tentang pompa air yang ga pake bensin atau listrik. saya jadi penasaran dan langsung saya cari di google, ternyata emang bener ada.
menurut penjelasan yang saya baca dan saya dengar, pompa ini bekerja menggunakan tenaga gravitasi dan vakum tabung. jadi sifat air pasti mengalir ke tempat yang rendah( kaya kita nyedot minyak dari jerigen )
menurut sumber (http://ardianto.blogsome.com) penemu yaitu pak ading mulyadi. gambaran sistem kerjanya seperti ini.
Jadi bila ini dipakai di desa kita..?
gambar : saracens.wordpress.com
ardianto.blogsome.com
kutatech.blogspot.com
Kamis, 09 Agustus 2012
Penanam jagung 2
Sebelumnya sudah ada alat penanam jagung manual, nah ini ada yang baru
alat ini didesain untuk mampu dipakai pada tanah yang bergelombang atau tidak rata,dengan menggunakan Alat Tanam kami akan didapatkan biaya tanam 40% lebih murah dibanding cara manual.
Keunggulan lainnya Alat Tanam Jagung atau Kedelai ini cukup ringan dan kompak;,Alat Tanam ini dapat digandengkan dengan traktor roda 2 maupun traktor roda 4
Selain itu Alat Tanam ini menggunakan kontruksi pembuka alur tipe piringan ganda, sehingga dapat bekerja pada lahan yang kurang bersih, Pengeluaran benih lebih seragam dalam jumlah maupun jarak tanamnya (missing hill kurangt 5%)
Mudah dilakukan pengaturan jarak tanam antara alur maupun jumlah alurnya,; Kapasitas kerja penanaman lebih cepat dibanding dengan penanaman yang menggunakan tugal (berkisar 20 hari per orang per ha)
Kapasitas kerja ditarik traktor roda 4 dengan 6 baris tanaman berkisar 2,5 - 3 jam/ha,Kapasitas kerja ditarik traktor roda 2 dengan 3 baris tanaman berkisar 4 - 5 jam/ha,Mampu mengoptimalkan penggunaan traktor roda 2 maupun traktor roda 4 yaitu mengurangi waktu nganggur
alat ini didesain untuk mampu dipakai pada tanah yang bergelombang atau tidak rata,dengan menggunakan Alat Tanam kami akan didapatkan biaya tanam 40% lebih murah dibanding cara manual.
Keunggulan lainnya Alat Tanam Jagung atau Kedelai ini cukup ringan dan kompak;,Alat Tanam ini dapat digandengkan dengan traktor roda 2 maupun traktor roda 4
Selain itu Alat Tanam ini menggunakan kontruksi pembuka alur tipe piringan ganda, sehingga dapat bekerja pada lahan yang kurang bersih, Pengeluaran benih lebih seragam dalam jumlah maupun jarak tanamnya (missing hill kurangt 5%)
Mudah dilakukan pengaturan jarak tanam antara alur maupun jumlah alurnya,; Kapasitas kerja penanaman lebih cepat dibanding dengan penanaman yang menggunakan tugal (berkisar 20 hari per orang per ha)
Kapasitas kerja ditarik traktor roda 4 dengan 6 baris tanaman berkisar 2,5 - 3 jam/ha,Kapasitas kerja ditarik traktor roda 2 dengan 3 baris tanaman berkisar 4 - 5 jam/ha,Mampu mengoptimalkan penggunaan traktor roda 2 maupun traktor roda 4 yaitu mengurangi waktu nganggur
Spesifikasi :
1. Tipe : tanam alur
2. Penarik : Traktor roda 2 / Traktor roda 4
3. Jarak tanam antara alur : Dapat diatur ( 30 – 80) cm
4. Kedalaman penanaman : 5 – 7 cm
5. Kapasitas : 0,5-0,6 ha/jam (6 baris tanam); 0,1 ha/jam (3 baris tanam)
6. Bobot (1 unit penanam) : 20 kg.
1. Tipe : tanam alur
2. Penarik : Traktor roda 2 / Traktor roda 4
3. Jarak tanam antara alur : Dapat diatur ( 30 – 80) cm
4. Kedalaman penanaman : 5 – 7 cm
5. Kapasitas : 0,5-0,6 ha/jam (6 baris tanam); 0,1 ha/jam (3 baris tanam)
6. Bobot (1 unit penanam) : 20 kg.
Sumber : www.hasilbumi.com
ALAT PENANAM BIJI-BIJIAN
Saya sempat penasaran, ada ngga ya alat untuk menanam jagung dengan mudah ?. Ternyata setelah muter muter di web saya akhirnya menemukan alat tersebut. nah ini dia infonya :
menurut keterangan alat ini bisa menanam biji jagung,kedelai,kacang hijau, kacang tanah dan sebagainya. alatv ini di klaim dapat meningkatkan penanaman 8000-10000 m2/hari yang di operasikan manual.
menurut keterangan alat ini bisa menanam biji jagung,kedelai,kacang hijau, kacang tanah dan sebagainya. alatv ini di klaim dapat meningkatkan penanaman 8000-10000 m2/hari yang di operasikan manual.
BERTANI YANG MONOTON
Cara bertani pada desa-desa yang ada di tiga binanga memang cukup menghasilkan produk dengan kualitas yang cukup baik. Saya juga pernah merasakan yang namanya keladang dengan panasnya matahari.
Dulu saya pernah coba menanam tembakau yah walaupun sedikit tetapi Saya cukup berbangga karena mendapat harga no.2 (arti dalam kelas harga) Saya merasa senang karena hasil potongan saya cukup memuaskan untuk orang yang baru menggeluti mengiris daun tembakau karena saya besar di Jakarta.
Yang saya tangkap selama saya ikut bertani yaitu cara bertani/berladang yang monoton walaupun tidak semua petani di sana begitu. Contoh orang menanam tembakau harus menunggu saat yang tepat atau cuaca yang bagus dengan alasan pengairan, padahal jaman sekarang sudah ada mesin pompa air.
Saya pernah ke daerah tebing (kampung pon) disana tersedia alat pemanen padi jadi dengan waktu yang efisien mereka dapat memanen dengan hasil yang maximal. mereka lebih terbuka dengan teknologi walau kadang teknologi berdampak negatif.
Saya pernah disuruh orang tua menjaga burung di sawah dan hasilnya saya mendapat suara yang serak karena sering berkomunikasi dengan burung he..he.., jadi saya berfikir untuk menempatkan sebuah meriam bambu untuk mengusir burung tanpa berteriak. ternyata berhasil dan burung tersebut lari tanpa kembali lagi dalam waktu yang cukup lama. ide sederhana tetapi efektif.
Yang saya heran kenapa teknologi belum maximal di desa padahal penyuluhan pertanian rutin dilakukan pemerintah kita, apakah informasi yang kurang lengkap? nah saya bermaksud membantu berbagi info bila ada tehnologi pertanian. Semoga pertanian di desa kita semakin maju dan kehidupan makin berkembang, jadi jangan ragu untuk bertanya disini mudah-mudahan kita dapat membantu.Terimakasih.
Dulu saya pernah coba menanam tembakau yah walaupun sedikit tetapi Saya cukup berbangga karena mendapat harga no.2 (arti dalam kelas harga) Saya merasa senang karena hasil potongan saya cukup memuaskan untuk orang yang baru menggeluti mengiris daun tembakau karena saya besar di Jakarta.
Yang saya tangkap selama saya ikut bertani yaitu cara bertani/berladang yang monoton walaupun tidak semua petani di sana begitu. Contoh orang menanam tembakau harus menunggu saat yang tepat atau cuaca yang bagus dengan alasan pengairan, padahal jaman sekarang sudah ada mesin pompa air.
Saya pernah ke daerah tebing (kampung pon) disana tersedia alat pemanen padi jadi dengan waktu yang efisien mereka dapat memanen dengan hasil yang maximal. mereka lebih terbuka dengan teknologi walau kadang teknologi berdampak negatif.
Saya pernah disuruh orang tua menjaga burung di sawah dan hasilnya saya mendapat suara yang serak karena sering berkomunikasi dengan burung he..he.., jadi saya berfikir untuk menempatkan sebuah meriam bambu untuk mengusir burung tanpa berteriak. ternyata berhasil dan burung tersebut lari tanpa kembali lagi dalam waktu yang cukup lama. ide sederhana tetapi efektif.
Yang saya heran kenapa teknologi belum maximal di desa padahal penyuluhan pertanian rutin dilakukan pemerintah kita, apakah informasi yang kurang lengkap? nah saya bermaksud membantu berbagi info bila ada tehnologi pertanian. Semoga pertanian di desa kita semakin maju dan kehidupan makin berkembang, jadi jangan ragu untuk bertanya disini mudah-mudahan kita dapat membantu.Terimakasih.
Senin, 06 Agustus 2012
Langganan:
Postingan (Atom)



